Scroll untuk baca artikel
Berita

Penerimaan Negara Tumbuh 5,74% di Awal Tahun, Didorong Kinerja PPH dan PNBP

×

Penerimaan Negara Tumbuh 5,74% di Awal Tahun, Didorong Kinerja PPH dan PNBP

Sebarkan artikel ini
Penerimaan Negara Tumbuh 5,74% di Awal Tahun

Perisainews.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan negara hingga 15 Maret 2024 mencapai Rp 436,38 triliun, tumbuh 5,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan Pajak Capai Rp 342,88 Triliun

Realisasi penerimaan pajak sampai dengan 15 Maret 2024 mencapai Rp 342,88 triliun atau 17,24% dari target APBN 2024. Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas menjadi kontributor utama dengan capaian Rp 203,92 triliun (19,18% dari target).

“Penerimaan pajak kita agak mengalami tekanan karena harga komoditas yang menurun. Tapi dari sisi bruto, kalau belum dikurangi restitusi, kita masih tumbuh 5,74%,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Maret 2024.

Baca Juga:  Pengamanan Ketat Polsek Gerung untuk 3 Nyongkolan di Lombok Barat

PPH 21 dan Industri Pengolahan Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Berdasarkan jenis pajak, PPH 21 berhasil dikumpulkan mencapai Rp 59,91 triliun, berkontribusi 17,47% terhadap total penerimaan. Dari sisi sektoral, industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar dengan Rp 85,29 triliun (25,64% dari total), meskipun mengalami kontraksi 12,3% akibat restitusi.

PNBP Capai Rp 93,5 Triliun

Realisasi PNBP hingga pertengahan Maret 2024 mencapai Rp 93,5 triliun atau 19% dari target APBN. Kinerja ini terjaga meskipun dipengaruhi oleh moderasi harga komoditas.

“Penerimaan cukai terutama dari hasil tembakau mencapai Rp 43,3 triliun. Dari CHT ini Rp 41,7 triliun, turun 6,5% dibandingkan tahun lalu,” ungkap Menkeu.

Kinerja penerimaan negara di awal tahun 2024 menunjukkan hasil yang positif. Pertumbuhan penerimaan pajak dan PNBP menjadi indikator pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan.