Berita

Cegah Kelangkaan Gas Melon, Sat Samapta Polres Lombok Barat Pantau Langsung Pangkalan LPG

×

Cegah Kelangkaan Gas Melon, Sat Samapta Polres Lombok Barat Pantau Langsung Pangkalan LPG

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat Pantau Distribusi LPG 3 kg di Lembar
Polres Lombok Barat Pantau Distribusi LPG 3 kg di Lembar

LOMBOK BARAT – Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Lombok Barat terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya terkait ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Pada Selasa, 5 Mei 2026, personel Unit Patroli Samapta melaksanakan giat patroli preventif dengan menyasar sejumlah pangkalan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya pencegahan terhadap potensi kelangkaan gas melon atau LPG 3 kg yang sering kali menjadi isu krusial di tengah masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas ekonomi warga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan distribusi energi berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Pengawasan Distribusi di Pangkalan Utama

Kegiatan patroli yang berlangsung tepat pada pukul 12.00 WITA tersebut difokuskan di Pangkalan LPG milik Bapak Ketut Oke Gredeng yang berlokasi di Jalan Raya Lembar. Lokasi ini dipilih mengingat posisinya yang strategis di jalur utama, di mana distribusi tabung gas kepada pengecer maupun konsumen akhir berlangsung cukup padat setiap harinya.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa pengawasan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari fungsi Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan stok LPG sangat berpengaruh terhadap situasi kondusif di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa rantai distribusi LPG 3 kg di wilayah Lembar tetap berjalan normal tanpa adanya praktik penimbunan atau permainan harga di atas ketentuan pemerintah. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk menutup celah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H., dalam keterangannya setelah memantau giat patroli tersebut.

Koordinasi dengan Pelaku Usaha dan Pemilik Pangkalan

Dalam pelaksanaannya, personel Unit Patroli tidak hanya melakukan pengawasan secara visual, tetapi juga menjalin dialog interaktif dengan pemilik pangkalan dan para pengecer. Koordinasi ini dianggap penting untuk menyerap informasi langsung dari lapangan mengenai kendala distribusi maupun fluktuasi permintaan pasar yang mungkin terjadi secara mendadak.

Petugas memberikan imbauan secara humanis agar para pemilik pangkalan senantiasa mematuhi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya keresahan di masyarakat yang dapat memicu gesekan sosial. Selain itu, petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga sistem keamanan di lingkungan pangkalan guna mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian tabung gas.

Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan pelaku usaha adalah kunci utama dalam menjaga harkamtibmas. “Melalui personel di lapangan, kami memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada pemilik pangkalan agar selalu waspada dan segera melapor jika menemukan kejanggalan dalam proses distribusi maupun adanya oknum yang mencoba melakukan tindakan melanggar hukum,” imbuhnya.

Stok LPG 3 Kg Dipastikan Aman dan Normal

Berdasarkan hasil pantauan dan koordinasi langsung di lokasi, pemilik pangkalan, Bapak Ketut Oke Gredeng, memberikan konfirmasi positif mengenai kondisi pasokan gas di wilayahnya. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya tanda-tanda kelangkaan maupun lonjakan harga yang signifikan di luar batas kewajaran.

Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa dari hasil serap aspirasi tersebut, ketersediaan gas untuk masyarakat kecil masih berada dalam kategori mencukupi. “Berdasarkan keterangan dari Bapak Ketut, beliau menerangkan bahwa saat ini tidak ada kelangkaan LPG 3 kg. Harga jual di tingkat pangkalan masih terpantau normal dan tidak ada kenaikan di atas batas ketentuan yang berlaku. Secara umum, situasi di area pangkalan dan sekitarnya tetap aman dan kondusif,” jelas Iptu Eko.

Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat akan isu kelangkaan energi yang sempat beredar di beberapa wilayah lain. Pihak Polres Lombok Barat memastikan bahwa pengawasan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan acak di berbagai titik pangkalan lainnya guna menjamin keadilan distribusi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peran Polri sebagai Pelindung dan Pengayom

Upaya preventif yang dilakukan Sat Samapta Polres Lombok Barat ini merupakan implementasi nyata dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Dengan adanya patroli berseragam, diharapkan dapat memberikan efek cegah (deterrent effect) terhadap pihak-pihak yang berniat melakukan spekulasi pasar atau tindakan kriminal lainnya.

Menutup keterangannya, Iptu Eko Nugroho menekankan bahwa Polri akan selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga ketertiban. Namun, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran distribusi yang merugikan kepentingan publik. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang berujung pada terciptanya situasi harkamtibmas yang mantap di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Hingga patroli berakhir pada siang hari tersebut, situasi di Jalan Raya Lembar dan sekitarnya dilaporkan berjalan dengan tertib. Para pembeli dan pengecer tampak melakukan aktivitas bongkar muat tabung gas dengan lancar di bawah pengawasan petugas patroli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *