Binkam  

Ungkap Kasus Pemanah di Pagesangan, 15 CCTV Diperiksa Sat Reskrim Polresta Mataram

Ungkap Kasus Pemanah di Pagesangan, 15 CCTV Diperiksa Sat Reskrim Polresta Mataram

 

Banner Iklan Aruna

Mataram – Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di depan Pasar Pegesangan, di Jalan Gajah Mada Kota Mataram, Minggu (22/5), penyidik Satreskrim Polresta Mataram selanjutnya memeriksa dan menganalisa rekaman CCTV yang ada di jalan sekitaran TKP untuk mengungkap siapa dalang dari teror panah yang mengenai lengan kiri Arif Rahman, warga Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

 

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, total ada 15 CCTV yang sudah diambil dan sudah dianalisa. Dari 15 CCTV tersebut, ada 3 CCTV yang bisa memberikan petunjuk, yakni terkait dengan waktu kejadian dan yang mengarah ke pelaku. “Salah satunya menunjukkan waktu terjadinya peristiwa, yakni sekitar jam 21.25 WITA dan petunjuk dari CCTV lainnya menunjukkan yang mengarah ke pelaku,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (23/5).

 

Kendati mendapatkan petunjuk terbaru dari rekaman CCTV, pihaknya masih akan melakukan analisa yang lebih mendalam. “Kita pastikan lagi apakah yang ada di rekaman CCTV itu merupakan pelaku dan memastikan bahwa apakah orang itu juga yang dilihat oleh korban,” katanya.

 

Selain menganalisa rekaman CCTV untuk mengetahui pelaku dalam peristiwa tersebut, pihaknya juga melakukan gelar. Berdasarkan analisa motif dari perspektif korban yang berhasil dihimpun, bahwa ada dugaan motif pribadi dalam peristiwa tersebut, mengacu pada kronologis kejadian.

 

Di mana, pada saat kejadian, korban dan istrinya saat itu tengah berboncengan menggunakan motor. Namun tiba-tiba ada dua orang yang tidak dikenal membuntuti dan menghampiri. Lalu melepaskan anak panah paku 10 kepada korban dan mengenai lengan kiri.

 

“Kalau semisal pelaku ingin melukai orang Bebidas dan hanya untuk memantik, siapapun yang keluar tinggal dipanah saja. Tapi kenapa ini sampai korban lewat di depan pelaku dan juga dikejar oleh pelaku dan memastikan bahwa korban ini kena. Dan itupun bukan istrinya yang kena, melainkan suaminya. Kalau hanya ingin membuat suasana keruh, kan tinggal panah istrinya. Tapi kenapa yang depan yang kena. Di sanalah kita menganalisa apakah ada motif pribadi di sana. Apakah sebelumnya korban ada masalah dengan orang lain, itu masih kita dalami,” sebutnya.

 

Selain langkah-langkah untuk mengungkap siapa pelakunya, perspektif dari korban juga akan didalami. Dengan begitu, pihaknya juga tahu arah penyelidikan ke mana. “Kalau memang korban ada masalah dengan orang lain, kita juga harus mendalami korban,” imbuhnya.

 

Apakah peristiwa teror panah ini ada kaitannya dengan kericuhan kelompok warga Lingkungan Bebidas dan Karang Genteng pada Turnamen Sepak Bola HARUM CUP beberapa waktu lalu? Kadek Adi menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, baik dari hasil pemeriksaan orang-orang yang ada di sekitar TKP dan dari perspektif motif dari korban, belum didapatkan petunjuk yang mengatakan bahwa dua kejadian itu terkait.

 

“Malahan kalau misalnya korban dipastikan kena oleh pelaku, dan dikejar oleh pelaku itu lebih condong ke masalah pribadi. Kalau dikaitkan dengan kejadian sebelumnya, penyidik belum mendapatkan petunjuk yang faktual bahwa peristiwa ini ada korelasinya dengan peristiwa sebelumnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.