Umbar Status Bernada Provokatif Tentang Penolakan Himbauan Pemerintah di Facebook, HC Diperiksa Polisi

Perisainews.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Barat melakukan pemeriksaan terhadap seseorang berinisial HC, umur 31 tahun, islam/sasak, alamat lingkungan Dasan Geres Timur, kelurahan Dasan Geres, Kec. Gerung, Kab lobar, Sabtu (2/5)

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP AKP Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K. mengatakan, HC yang di duga memposting status yang bernada provokatif pada sebuah akun facebook, yang menurut keterangannya bahwa yang bersangkutan secara sadar membuat status tersebut di akun Facebook miliknya.

Banner Iklan Aruna

HC menerangkan bahwa yang bersangkutan membuat status bernada provokatif karena tidak setuju dengan himbauan dari pemerintah.

“Dari pengakuan HC, bahwa tidak setuju terkait ditiadakannya sholat jumat dan Sholat taraweh secara berjamah,” ungkapnya.

Kemudian HC melihat status akun facebook atas nama KUNYIT KUNING dan mengambil postingan akun Facebook KUNYIT KUNING dan kemudian membagikannya.

“Status akun Kunyit Kuning itu kemudian disebarkan ke grup Facebook LOMBOK BARAT KU BERBICARA,” ujarnya.

Adapun caption yang disebarkan HC “wahai saudara2 mari kita laksanakan untuk bersama berjihad melaksanakan sholat jumat di masjid tempat masing2, umat islam se pulau Lombok bangkitlah pulau seribu masjid. Bengkel sudah bergerak dan kami siap mati membela islam

“Menurut keterangan yang bersangkutan, ada orang yang memberikan komentar untuk segera di hapus dan postingan tersebut langsung dihapus oleh yang bersangkutan,” terangnya.

HC mengakui perbuatannya dan menyesal telah membuat postingan tersebut di akun Facebook miliknya.

“Kemudian HC membuat surat pernyataan yang di tulisnya sendiri dan tidak akan mengulangi perbuatan perbuatan yang melanggar hukum,” imbuhnya.

Kasat reskrim menjelaskan bahwa dalam membuat Surat Pernyataan ini atas kesadarannya sendiri dan tidak ada paksaan.

“Atas perbuatannya, HC disangkakan dengan pasal 28 ayat (2) pasal 45A ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 ttg ITE,” terangnya.

Dimana dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa sengaja menyebarkan informasi yang di tujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku ras dan antar golongan.

“Terhadap HC dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.