Pesawat Tempur KF-21 Boramae Sukses Selesaikan Terbang Perdananya

Menyesaikan Penerbangan Perdana Selama 30 Menit

KF-21 Boramae mengudara
Pesawat Tempur KF-21 Boramae sukses menyelesaikan penerbangan perdananya. Photo courtesy of Defense Acquisition Program Administration

Seol, Korea Selatan – Jet Tempur KF-21 Boramae akhirnya mengudara, sukses menyelesaikan penerbangan perdananya. Setelah berhasil lepas landas dari pangkalan angkatan udara di Sacheon, sekitar 185 mil selatan Seoul.

Melansirnya dari upi, Jet tempur Kerjasama Korea Selatan dan Indonesia ini, berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya lebih dari 30 menit.

Banner Iklan Aruna

KAI KF-21 Boramae merupakan pengembangan dari Korea Aerospace Industries (KAI) sebagai bagian dari proyek senilai $6,67 miliar. Memulai program sejak tahun 2015 dan telah menemui serangkaian rintangan. Salah satunya terkait penundaan pembayaran pembiayaan Indonesia dan penolakan Washington untuk berbagi paten teknologi utama.

Yang mana Indonesia juga menanggung biaya 20 persen dan rencananya pengujian berlangsung selama empat tahun. Sebelum memulai produksi massal dan harapannya mulai beroperasi pada tahun 2026.

Pesawat Tempur Generasi 4.5

Boramae sebagai pesawat tempur generasi ke-4.5, seperti beberapa tipe jet tempur lainnya, yaitu F-15E/EX Strike Eagle, Chengdu J-10 C, dan Sukhoi Su-35.

Sehingga belum menggendong teknologi siluman, layaknya seperti F-35, yang merupakan pesawat tempur siluman generasi ke-5.

Sebelumnya telah KAI telah memperkenalkan prototipe KF-21 pada April 2021,  dan sukses menjadi salah satu negara yang berhasil mengembangkan pesawat sendiri

Negara Kedelapan yang Berhasil Membuat Pesawat Tempur Sendiri

Dengan kemunculan KF-21, Kerjasama Korea Selatan dan Indonesia ini, akan menjadi negara kedelapan di dunia. Yang mengembangkan pesawat tempur supersonik canggih di dalam negeri, setelah Amerika Serikat, Rusia, Cina, Jepang, Prancis, Swedia, dan Uni Eropa.

Dalam mengerjakan KF-21 Boramae, Korsel bekerjasama dengan Indonesia di bawah program Defense Acquisition Program Administration.

Dibekali Berbagai Teknologi Canggih

KF-21 memiliki 10 external hardpoints untuk membawa senjata, pod sensor, dan bahan bakar. Berat minimum KF-21 saat meluncur bisa mencapai 17 ribu pounds atau sekitar 7.700 kg, sementara berat maksimalnya mencapai 56.400 pounds atau 25 ribu kg.

Lebih lanjut, KF-21 membawa BAE’s Meteor air to-air missile dan Saab/MBDA Taurus missile. Selain itu, KF-21 juga mempersenjatainya dengan M61 20-milimeter gatling gun dari General Electric.

KAI membenamkan sistem elektrik mutakhir dalam KF-21 serta radar yang mampu mendeteksi ancaman udara serta pencarian inframerah. Ada pula sistem pelacakan yang bisa mendeteksi lawan secara diam-diam dalam jarak dekat. Beserta sistem optik elektrik yang bisa mendeteksi musuh di darat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.