Binkam  

Jaga Kualitas di Tengah Polemik, SPPG Al Ilyas Sejahtera Pastikan Menu MBG Tetap Layak Konsumsi

 

SPPG adalah singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yaitu unit layanan yang didirikan oleh Mitra untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari badan Gizi Nasional (BGN). SPPG bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi untuk masyarakat, terutama siswa sekolah, agar mereka mendapatkan asupan yang cukup untuk tumbuh sehat dan cerdas. SPPG memastikan makanan yang disajikan bergizi, bersih dan aman sesuai standar BGN, bagi Mitra yang mendirikan SPPG harus memiliki persyaratan operasional tertentu, seperti memiliki bangunan fisik, kendaraan distribusi dan tim operasional.

Namun dalam pelaksanaanya banyak SPPG yang tidak menjalankan aturan dari BGN dengan baik, dimana sering terjadi kasus dugaan keracunan maupun makanan tidak layak konsumsi yang diberikan oleh SPPG kepada para penerima manfaat, terutama pada saat bulan Puasa dimana para siswa mendapatkan menu Kering yang dianggap sangat jauh dari standar harga yang ditentukan oleh BGN. Sehingga dengan banyaknya kejadian tersebut memunculkan opini publik bahwa ka SPPG dan Ahli Gizi tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

Sdr. Wilham Hadi,S.Pd. yang merupakan Kepala SPPG Al Ilyas Sejahtera menjelaskan bahwa SPPG ini mulai beroperasi sejak tanggal 19 Agustus 2025, dimana SPPG ini dibentuk untuk mendukung Program Presiden Prabowo untuk memenuhi gizi anak-anak usia sekolah dan balita serta ibu Hamil dan Menyusui demi terciptanya generasi Emas 2029”. Sdr. Wilham Hadi,S.Pd menyadari banyaknya kasus SPPG yang memberikan makanan yang tidak layak dikonsumsi sehingga banyaknya keluhan dari penerima manfaat terhadap Menu Makan Bergizi Gratis tersebut, namun sampe saat ini SPPG Al Ilyas Sejahtera tidak pernah menerima keluhan dari para penerima manfaat terkait menu yang disajikan sejak bulan Agustus 2025 saat SPPG tersebut mulai beroperasi” imbuhnya.

Menu Makanan MBG saat bulan puasa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi penerima manfaat. Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat. Sementara itu, di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa dengan menu siap santap. Pemerintah juga memastikan bahwa pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama Ramadan, terutama untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6-59 bulan”. Jelasnya.

Menu Makanan MBG bisa diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Menu MBG selama puasa Ramadhan 2026 mencakup makanan yang mudah disimpan, bergizi, dan tahan lama, seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional). Beberapa penyesuaian juga dilakukan, seperti:
– Di Sekolah: Makanan dibagikan saat jam sekolah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
– Di Pesantren: Makanan diberikan menjelang waktu berbuka puasa.
– Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita: Layanan MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *