Sumbawa Besar, NTB — Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Satu unit rumah panggung milik Sdr. Samsun (46) di Dusun Batu Taning, Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu dini hari (07/03/2026).
Meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini berkat kesiapsiagaan keluarga saat api pertama kali muncul.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Moyo Hilir Iptu Husni, menjelaskan bahwa peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 01.30 WITA. Saksi Sdri. Rahima (ibu dari pemilik rumah) yang saat itu sedang tertidur di ruang tamu tiba-tiba terbangun karena mendengar suara aneh. Saat menoleh ke arah depan, saksi dikejutkan dengan kobaran api yang sudah merambat di dinding depan rumah.
Dalam situasi panik, Sdri. Rahima langsung berteriak “Api!” berkali-kali untuk membangunkan Sdr. Samsun beserta istri dan ketiga anaknya yang sedang terlelap di kamar.
“Seluruh penghuni rumah langsung lari turun menyelamatkan diri. Sdr. Samsun bersama warga sekitar sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun material kayu rumah membuat api sangat cepat membesar,” lapor personel Polsek di lapangan.
Mendapat laporan dari warga, tim pemadam kebakaran dan personel Polsek Moyo Hilir langsung bergerak menuju lokasi, Pukul 02.10 WITA: 1 unit mobil Damkar Moyo Hilir tiba di TKP dan langsung melakukan penyemprotan, sekitar pukul 02.30 WITA 2 unit mobil Damkar Kabupaten Sumbawa tiba sebagai bantuan tambahan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat kerja sama petugas damkar, personel Polsek, dan gotong-royong warga pada pukul 03.00 Wita.
Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting) yang bersumber dari kabel di bagian depan rumah. Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian total sekitar Rp 120.000.000,-.
Beberapa aset berharga yang ikut hangus terbakar antara lain 1 Unit Sepeda Motor Suzuki Arashi, peralatan elektronik (TV, Kulkas, dll), perabotan rumah tangga (Kursi, Lemari, dll), alat-alat masak dan surat berharga lainnya.
Kapolsek Moyo Hilir melalui personelnya telah mengamankan TKP dan memberikan edukasi serta penguatan moril kepada keluarga korban. Sebagai langkah antisipasi ke depan, Kapolsek akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ngeru untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
“Kami menghimbau warga untuk selalu mengecek instalasi listrik secara berkala dan tetap mengaktifkan ronda malam agar situasi darurat seperti ini dapat dideteksi lebih awal,” tegas pihak Polsek Moyo Hilir. (MA)












