Makelar Motor Jadi Pengedar Narkoba, Kini Mendekam di Sel Tahanan Polres Lobar

Perisainews.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat berhasil mengungkap Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika, Jumat (13/3).

Kasat Narkoba Polres Lobar AKP Totok Suharyanto mengatakan bahwa pelaku berinisial DN berhasil diamankan, Selasa (17/3).

Pelaku berinisial DN beserta barang Bukti berhasil diamankan,” ungkapnya.

DN alias Betet warga Lingkungan Turida Timur sehari-hari merupakan seorang makelar jual beli motor di bekuk di Depan Alfamart Jln. Tgh. Faisal Ds. Bengkel Kec. Labuapi Kab. Lobar.

Banner Iklan Aruna

“Pengungkapan ini, berawal dari informasi masyarakat bahwa di jalan TGH. Faisal Ds. Bengkel Kec.

Labuapi, akan terjadi transaksi penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Menindak lanjuti informasi tersebut anggota Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan dan

dilanjutkan dengan penangkapan.

“Sebelum penangkapan dan penggeledahan, terlebih dahulu menghadirkan saksi umum, bahkan terhadap anggota yang akan menggeledah, terlebihdahulu digeledah oleh saksi umum,” terangnya.

Penggeledahan dilakukan dihadapan masyarakat sekitar, serta disaksikan oleh pengguna jalan yang melintas yang dimaksudkan untuk memastikan tidak ada rekayasa dari petugas.

“Dari tangan pelaku berhasil ditemukan Narkotika jenis Shabu, yang dimasukkan dalam bungkus rokok serta ditemukan di saku depan celana sebelah kanan yang digunakan pelaku,” jelaskan.

Kendaraan Honda Beat yang digunakan pelaku juga diamankan petugas.

“Hasil keterangan pelaku bahwa Narkoika jenis shabu tersebut dibeli dari seseorang yang tidak dikenal, di Gang Lingk. Karang Bagu, Kel. Taliwang, Kec. Cakranegara, Kota Mataram,” imbuhnya.

Dari keterangan pelaku mengaku bahwa shabu tersebut merupakan pesanan seseorang di Ds. Bengkle, Kec. Labuapi, Kab. Lombok Barat.

“Dan hasil tes urine dari Laboratorium Kesehatan Mataram bahwa, urine pelaku positif mengandung Amefetamin fuera,” tuturnya.

Adapun barang Bukti yang berhasil diamankan tiga klip Narkotika jenis shabu dengan berat 1,86 gram,

satu buah bungkus rokok merk Sampoema Mild tempat penyimpanan shabu, dan satu unit Sepeda Motor merk Honda Beat warna biru.

Pelaku jerat dengan UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 Ayat (1) dan atauPasal 112 Ayat (1) dan atau pasal 127 ayat ( 1) huruf a dengan ancaman dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,-milyar dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,-milyar.

Pasal 112 Ayat (1) dengan ancaman pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,-juta dan paling banyak Rp. 800.000.000.000,-milyar.

Pasal 127 Ayat (1) huruf a dengan ancaman dipidana penjara paling lama 4 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.