Kurang dari 24 Jam, Sat Res Narkoba Polres Lobar Kembali Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kecamatan Batu Layar

 perisainews.com – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat kembali lagi membekuk salah seorang pria di Kecamatan Batu Layar, Kamis Sore. (9/7)

Usai mengamankan ketiga terduga penyalahgunaan Narkotika ebberapa hari yang lalu, Tim Opsnal dengan sigap membekuk kembali terduga yang baru.

Banner Iklan Aruna

Pria yang berinisial RA (35) tersebut diketahui berasal dari Dasan Agung Kec. Selaparang Kota Mataram.

Kasat Res Narkoba Polres Lombok Barat, Iptu Faisal Afrihadi, S.H., saat diwawancara menjelaskan kronologis kejadian proses penangkapan pelaku. (10/7)

“Informasi yang kami dapatkan, diketahui di salah satu wilayah Kecamatan Batu Layar tepatnya di Dusun Tato Desa Sandik Kecamatan Batu Layar merupakan tempat biasanya dilakukan transaksi narkotika berjenis shab-shabu dan sangat meresahkan masyarakat. Oleh karenanya, Tim kami melakukan penyelidikan dan mencurigai salah seorang pria yang berinisial RA ini berada di wilayah tersebut,” terangnya.

Dengan cekatan, personilnya melakukan penangkapan terhadap pria yang telah dicurigai tersebut dan melakukan penggeledahan didamping oleh masyarakat sekitar untuk melihat langsung proses penggeledahan.

Dan benar saja, tim nya mendapatkan sejumlah barang bukti yang diduga sabu-sabu yang berada didalam bungkus Rokok merk gudang garam surya.

“Barang bukti yang kami duga shabu-shabu tersebut kami dapati berada di dalam bungkusan rokok surya yang di sembunyikan di kantong motor sebelah kiri yang dikendarainya,” lanjut Kasat.

Barang bukti yang daamankan antara lain 3 Klip plastik bening yang diduga jenis shabu-shabu dengan total keseluruhan seberat 8,12 gram, 1 buah dompet hitam, uang tunai Rp 120.000,- , 1 buah KTP milik terduga, 1 unit hp putih merk samsung dan 1 unit motor merk honda beat Pop berwarna hitam dengan nomor polisi  DR 4928 CU.

Pasalnya, terduga dalam proses pemeriksaan awal dikategorikan hanya sebagai pengguna

“Terduga dalam hasil pemeriksaan kami termasuk sebagai pengguna dalam penyalahgunaan narkotika ini,” ujarnya.

Atas Perbuatannya, terduga RA dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI No. 25 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.