Hukrim  

Korban Perampokan Teriak, Pelaku Lukai Mulut Korbannya Hingga Mengalami Delapan Jahitan

Perisainews.com – Tim Opsnal Polsek Mataram menangkap seorang dengan dugaan sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas).

Fahmi (32 tahun) warga Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram ditangkap sehari setelah beraksi mencuri di Jalan Tunjung nomor 11 Monjok Baru Timur, Kelurahan Monjok Timur Kecamatan Selaparang.

Banner Iklan Aruna

Kapolsek mataram AKP Rafles Girsang saat press release di Mapolsek Mataram mengatakan bahwa penagkapan dilakukan berselang satu hari setelah pelaku melakukan aksinya, Selasa (3/3).

‘’Dia beraksi pada hari sabtu (29/2) pagi, kita tangkap hari minggu (1/3) dini hari sekitar pukul 00.30 wita,’’ ungkapnya.

Pelaku ini diketahui residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dimana pelaku sudah mempersiapkan aksinya dengan matang sebelum beraksi di Monjok Timur.

“Pelaku menginap di salah satu musola di dekat rumah korban selama tiga hari di tempat itu,‘’ katanya.

Saat korban keluar rumah, pelaku masuk ke rumah korban dengan melompati pagar depan, namun aksinya diketahui oleh asisten rumah tangga korban.
“Baru berhasil mengambil uang Rp 80 ribu, Aksi pelaku diketahui oleh pembantu yang bekerja di rumah korban, karena panik langsung menempelkan pisau di dekat mulut korban,” ujarnya. Karena korban berteriak, pelaku menusuk mulut korban dan setelah itu langsung kabur dari rumah korban.

‘’Korban juga langsung berteriak, lukanya cukup parah sampai mengalami 8 jahitan,’’ imbuhnya.
Berbekal rekaman CCTV dan pengakuan korban, petugas dengan mudah mengenali pelaku dan tidak berselang lama, pelaku berhasil ditangkap petugas.

“Setelah berkoordinasi dengan Polresta Mataram, sebulan yang lalu terjadi kasus pencurian di rumah Kepala Badan Pengawas Keuangan (BPK) perwakilan NTB,” ujarnya.

Diketahui bahwa saat itu Kepala BPK kehilangan arloji dan laptop dan dari hasil koordinasi petugas, Fahmi diduga kuat sebagai pelakunya.

‘’Dari hasil pengembangan ternyata Fahmi merupakan residivis kasus curanmor dan pengguna narkoba,’’ tuturnya.
Ancaman lebih berat kini menanti Fahmi, dan barang bukti arloji dan laptop sudah diserahkan ke Polresta Mataram.

‘’Kita juga akan serahkan dia ke Polresta Mataram untuk penanganan kasus lainnya,’’ katanya.
Fahmi mengakui perbuatannya, mengaku khilaf dan panik sehingga memutuskan melukai mulut korban.

Fahmi mengaku nekat melukai korban, alasannya bisa memancing kedatangan masa dan mengeroyoknya.

‘’Saya takut ketahuan masa, saya mencuri itu butuhnya untuk makan bukan yang lain,’’ ungkap pelaku.
Dengan perbuatannya ini, pelaku terancam dijerat pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.