Ini Penyampaian Kapolres Lotim Saat Hadiri Tabligh Virtual Di Masjid A- Islah Polres Lombok Timur

  • Bagikan

perisainews.com – Seperti Hari – hari sebelumnya, bertempat di Masjid Al – Islah Polres Lotim telah dilaksanakan kegiatan Tabligh  Akbar Virtual dalam rangka mewujudkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniah, Ukhuwah Insaniah, tangkal Radikalisme dan hal buruk lainnya.Senin (26/07/21), pukul 20.00 wita.

Selain Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio SIK, MH, turut hadir, PJU Polres Lotim, Tokoh MMI TGH. Taufan Iswandi, M.Si, Tokoh Kementerian Agama Kab. Lotim H. Abdul Hanan, S.Pd.I,Tokoh NWDI Ust. M. Zainul Murodi, S.H.I, Tokoh NW Ust. H. Syamsul Hadi, M.Pd.I,Tokoh NU (Ust. Mustain Nasrullah, Tokoh As-Sunnah Ust. Asroluddin, ST, Tokoh Muhammadiyah (H. Yusuf Sulaiman, S.Sos, PJU Polres Lotim, Peserta dakwah virtual yang berjumlah 20 orang.Para Bhabinkamtinmas jajaran melalui Masjid-Masjid beserta tokoh agama dan masyarakat di wilayah masing-masing (via zoom) sebanyak 254 Masjid.

Dalam Sambutannya Kapolres Lotim menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak tuan guru yang berkenan hadir di Masjid Al Islah Polres Lotim, Kegiatan ini sengaja dilaksanakan atas inisiasi seluruh komponen yang tujuannya agar kita bisa bersilaturahmi, Terimkasih terhadap kegiatan tabligh akbar yang selama ini telah kita laksanakan, antusias masyarakat semakin tinggi terhadap kegiatan ini.

Lebih lanjut Kapolres Lotim menyampaikan, Dengan adanya kegiatan ini diharapkan menjadi kebiasaan di masyarakat, dan dapat menumbuhkan rasa toleransi beragama.

Kali ini ceramah virtual disampaikan oleh TGH. Taufan Iswandi, M.Si. dalam ceramahnya disampaikan; Mari senantiasa hiasi kehidupan kita dengan banyak bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan. Karena semakin bertambahnya usia maka semakin dekat juga kita dengan Allah, perbanyaklah amal di dunia untuk menjadi bekal di akhirat.

Radikalisme, pesan kebencian dan intoleransi seakan menjadi isu yang digoreng setiap hari. Ada usaha untuk membenturkan satu agama dengan agama lain, satu suku dengan suku lain. Isu-isu tersebut menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal toleransi adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi dalam Islam.

Toleransi merupakan sunnatullah yang harus dilaksanakan. Islam mengajarkan umatnya menghormati perbedaan. Toleransi menghilangkan diskriminasi di tengah kelompok, suku, dan golongan. Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati dan membiarkan penganut agama lain melaksanakan ibadah.

Allah SWT menjadikan manusia berbeda secara suku, bahasa, dan bangsa. Manusia dilarang keras merendahkan orang lain dan merasa dirinya paling unggul dibandingkan yang lain. Larangan ini jelas tertulis dalam Surat Al Hujurat ayat 13.

Tujuan Rasulullah mempersaudarakan kaum Anshar dengan kaum Muhajirin berpasang-pasangan yaitu agar tercipta rasa persaudaraan juga kekeluargaan di antara mereka sehingga terbina saling tolong menolong dan saling waris mewarisi satu sama lain. Persaudaraan antara kaum anshar dan muhajirin ini berlandaskan pada Ukhuwah Islamiyah.

apolres Lotim melalui Kasi Humas Iptu Lali Jaharudin mengatakn apa yang telah dilakukan Kepolisian Resor Lombok Timur dibawah kepemimpinan AKBP Tunggul Sinatrio SIK, MH, dapat dirasakan oleh Masyarakat sehingga Bumi Patuh Karya ini tetap Kondusif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *