Hotel Digrebek Polisi, Temukan Praktek Prostitusi, Mucikari Ditetapkan Sebagai Tersangka

Perisainews.com – Polres Lombok Barat melalui jajajaran Sat Reskrim Polres Lombok Barat berhasil mengungkap pelaku prostitusi di salah satu Hotel di Senggigi, Senin (23/3).

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK melalui Kanit IV PPA Sat Reskrim polres Lombok Barat Ipda Fania Eka Yuli Lestari saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dua orang diamankan, Senin (30/3).

Banner Iklan Aruna

“Satu orang sebagai mucikari kini sudah ditetapkan tersangka,” ungkapnya

Korban berinisial H, yang kesehariannya berprofesi sebagai Partner Song disalah satu café berasal dari Jakarta utara ini sudah dilepaskan.

“Sedangkan tersangka berinisal M perempuan 32 tahun  masih mengikuti proses hukum lebih lanjut,” imbuhnya.

Pengungkapan kasus prostitusi ini berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya praktik prostitusi di wilayah Senggigi.

“Atas informasi tersebut, jajaran Satuan Reskrim Polres Lobar melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Mendalami informasi tersebut akhirnya diketahui bahwa salah satu Hotel di wilayah sengigi tersebut memang sering dijadikan lokasi prostitusi

“Tim selanjutnya mendatangi Hotel dimaksud, kemudian melakukan penggeledahan kamar hotel,” imbunya.

Di salah satu Kamar hotel tersebut, ditemukan sepasang remaja sedang melakukan hubungan selayaknya pasangan suami istri.

“Sepasang remaja beserta Mucikari dan Barang Bukti yang digunakan untuk melakukan praktek prostistusi langsung diamankan,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, mucikari berinisial M telah ditetapkan sebagai tersangka selanjutnya ,emgikuti proses hokum lebih lanjut di Polres Lobar.

“Dari hasil pemeriksaan, mucikari berinisial M ditetapkan sebagai tersangka,” tandasnya.

Modusnya pelaku menyediakan wanita penghibur masih dengan cara manual, yaitu menawarkan langsung kepada pria hidung belang.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan Uang Tunai sebesar Rp 1 juta, satu Seprai Warna Putih bersama bercak sperma, satu unit HP, satu buah underware dan satu buah bantal warna putih.

“Untuk tersangka dijerat dengan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP tentang praktik pelacuran, dengan ancaman hukuman satu tahun hingga 1 tahun 4 bulan penjara,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.