Hingga Saat ini 33 Orang Dinyatakan Positif Covid 19 di NTB, 28 Perawatan, 3 Sembuh, 2 Meninggal Dunia

Perisainews.com – Pemerintah Daerah Nusatenggara Barat menerima konfirmasi 8 (delapan) orang PDP Positif Covid-19, merupakan konfirmasi dari hasil pemeriksaan swab Laboratorium Biomedis RSUD Provinsi NTB, Sabtu (11/4).

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan bahwa terdiri dari 2 (dua) PDP positif yang sudah diumumkan pada website gugus tugas nasional.

Adapun kedelapan orang PDP yang dinyatakan positif ini satu orang dari Selong lombok timur, satu orang dari Gunungsari Lombok Barat, dua orang dari Sekarbela Kota Mataram, satu orang dari Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, tiga orang dari Monjok Kota Mataram,

Delapan orang PDP ini, satu orang pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit, sedangkan 7 orang tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19tidak dengan yang lainnya.

Banner Iklan Aruna

“Pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1 (satu) orang, yaitu pasien nomor 09, setelah hasil swab diambil tanggal 8 April 2020 dan 10 April 2020 keduanya negatif,” ujarnya.

Saat ini pasien menjalani perawatan untuk perbaikan kondisi di RSUD R. Soedjono Selong dan rencananya besok diperbolehkan pulang.

Dengan adanya tambahan 8 (delapan) kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dan 1 (satu) sembuh, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (11/4/2020) sebanyak 33 orang,

“Dengan perincian 3 (tiga) orang sudah sembuh, 2 (dua) meninggal dunia, 28 masih dirawat dan dalam keadaan baik,” katanya.

Memperhatikan peningkatan jumlah PDP yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, masyarakat diminta untuk tidak perlu panik.

“Semakin cepat hasil laboratorium diketahui, maka semakin cepat pula kita bisa mengambil langkah yang tepat dan sesuai untuk keselamatan bersama,” imbuhnya.

Ini juga termasuk upaya penelusuran (contact tracing) untuk menghindari penularan lebih lanjut.

Hingga saat ini, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 128 orang dengan perincian 52 PDP masih dalam pengawasan, 76 PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 9 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.658 orang, terdiri dari 1.570 orang masih dalam pemantauan dan 2.088 orang selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 9.259 orang, terdiri dari 6.923 orang masih dalam pemantauan dan 2.336 orang selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 19.263 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11.752 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 7.511 orang.

“Kurun waktu 1-2 bulan kedepan, kita antisipasi kepulangan sedikitnya 2.000 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB, selain yang telah terlebih dahulu pulang sejak awal Maret 2020 sebanyak 7.000 orang lebih.” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga terus memperketat pengawasan di pintu masuk Bandara Internasional Zainuddun Abdul Madjid dan pelabuhan.

“Bekerjasama dengan TNI-Polri, KKP dan pemerintah Kabupaten/Kota yang menempatkan petugas khusus dari Satuan Pol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan serta anggota Kodim dan Polres,” imbuhnya.

Dalam penanganan dampak sosial ekonomi masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB selain meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dan JPS Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Telah dipersiapkan juga JPS Dana Desa dalam betuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dan Desa Tanggap Covid-19,” tuturnya.

Sasaran BLT Dana Desa adalah keluarga miskin non PKH atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kehilangan mata pencaharian, belum terdata (exclusion error), dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.

Sedangkan masa dan besaran pemberian BLT Dana Desa disalurkan selama tiga bulan sejak April s.d. Juni 2020, sebesar Rp. 600 ribu per KK per bulan.

“Diharapkan kepada masyarakat untuk turut serta secara aktif mencegah penularan penyakit Covid19, dengan cara disiplin melaksanakan physical distancing, bekerja di rumah, beribadah di rumah, belajar di rumah, dan kegiatan-kegiatan produktif di rumah masing-masing,” pintanya.

Jika terpaksa keluar rumah dihimbau juga agar selalu menggunakan masker.

“Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tandasnya.

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 di NTB 0818 0211 8119

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.