Bupati Jemput Warga yang Akan Lakukan Isolasi Mandiri Terpadu

  • Bagikan

Lombok Barat, NTB Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, mendatangi rumah dan menjemput pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial MD (24) untuk isolasi, Rabu, (18/8).

 

BBupati mengatakan bahwa tujuan dilakukan isolasi, agar tidak terjadi kluster keluarga, karena dari tracing yang sudah dilakukan, keluarga yang lainnya hasilnya negatif, sementara warga untuk ini positif.

 

“Kita memberikan contoh yang baik bagi siapapun warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala, sehingga atas kesadaran sendiri mau untuk isolasi mandiri terpadu,” ungkapnya.

 

Dalam kunjungan ini, Fauzan didampingi oleh Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, Kalak BPBD Lobar Mahnan, Camat Kediri Hermansyah, dan Kapolsek Kediri Iptu Heri Santoso.

 

Dikatakan Bupati,  isolasi mandiri terpadu tujuannya demi kemanusiaan supaya tidak menularkan ke orang lain.

 

Karena masih banyak warga masyarakat yang enggan untuk melakukan isolasi mandiri terpadu, mereka lebih memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

 

“Mudah-mudahan masyarakat kita yang ada di Lombok Barat ini bisa untuk dijadikan contoh. Insya Allah pemerintah akan menanggung semua keperluannya itu. Untuk makanan sehari-hari sudah sepakat, bahkan kita sudah buat semacam Peraturan Bupati (Perbup), desa itu nanti akan menganggarkan untuk biaya makan minumnya itu 8 persen dari anggaran desanya,” terang bupati.

 

“Kita jamin fasilitas isolasi mandiri juga kita lengkapi ada tv-nya bersih dan nyaman,” tegasnya.

 

Sementara itu Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengatakan, kegiatan hari ini sudah melaksanakan pergeseran warga yang diketahui reaktif dari hasil pelaksanaan tracing dan testing yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus kemarin.

 

“Kita melaksanakan itu berdasarkan rilis yang dikeluarkan pada tanggal 16 Agustus kemarin. Dari hasil testing tersebut di kelurga ini terkonfirmasi reaktif dan keluarga yang lain negatif. Kenapa ibu ini bisa terpapar, karena yang bersangkutan merawat mertuanya yang dirawat di Rumah Sakit Provinsi NTB sehingga ibu ini tertular,” katanya.

 

Dia menerangkan, kegiatan hari ini bersama Bupati Lombok Barat berserta Camat Kediri, TNI dan Polri menjemput ibu yang reaktif ini untuk dilakukan Isoman supaya nyaman dengan fasilitas yang memadai sehingga juga mempercepat proses penyembuhan.

 

“Ditempatkan di tempat Isoman ini kita harapkan tidak terjadi cluster keluarga di keluarga D. Kalau dia tetap tinggal di rumahnya dikhawatirkan interaksi kontrak erat dengan anak, suami dan keluarganya,” tutupnya.

 

Ditempat yang sama Camat Kediri Hermansyah menjelaskan, kecamatan sudah menyediakan rumah isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19 sehingga masyarakat yang memiliki kesadaran tersendiri diharapkan untuk melakukan isolasi mandiri.

 

“Maka mereka kita arahkan ke tempat isolasi terpadu yang sudah disiapkan oleh Satgas Kecamatan Kediri,” ungkapnya.

 

Namun jika warga masyarakat tidak ingin menjalani isolasi mandiri di kecamatan kata dia, di masing-masing desa juga sudah disediakan tempat isolasi mandiri.

 

“Bagi masyarakat yang ingin di desa masing-masing tim Satgas Desa juga sudah menyiapkan rumah isolasi dan segala pemenuhan kebutuhan baik makan minum dan lain sebagainya sudah kita siapkan oleh masing-masing desa melalui pengalokasian Dana Desa sebanyak 8 persen,” terangnya.

 

Dari kecamatan sendiri terus memberikan sosialisasi untuk menggerakkan masyarakat untuk sadar, bahwa apa yang dilakukan ini sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar jangan sampai pasien yang terkonfirmasi positif jangan dikucilkan, apalagi sampai ditakuti.

 

“Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pasien-pasien yang terkonfirmasi positif ini jangan sampai kemudian dikucilkan, bahkan yang kita inginkan adalah bahwa ada support dari masyarakat terdekat untuk memberikan motivasi sehingga pasien ini dengan cepat sembuh karena ada motivasi dari warga,” ajaknya.

 

“Harapan kita yang kita lakukan hari ini untuk mempercepat proses penyembuhan, sehingga tidak terjadi kluster keluarga,” harapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *