Antisipasi Menjadi Sumber Masalah, Sejumlah Miras Jenis Tuak Ditertibkan oleh Polsek Labuapi

Perisainews.com – Polsek Labuapi menertibkan sejumlah minuman keras tradisional di Dsn. Tangkeban Desa Merembu Kec. Labuapi Kab. Lobar, Sabtu (21.

Kapolsek Labuapi Iptu Jahyadi Sibawaih, SH mengatakan bahwa Tindakan ini diambil untuk meminimalisir gangguan kantibmas di Wilayahnya.

Banner Iklan Aruna

“Mengingat sumber keributan sebagian besar ditimbulkan karena dibawah pengaruh minuman beralkohol,” ungkapnya.

Masyarakat resah dengan keberadaan minuman keras ini, sehingga pihak kepolisian segera melakukan tindakan.

“Sebelum menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga Polsek labuapi menindaklanjutinya dengan melakukan penertiban,” imbuhnya.

Namun demikian, pendekatan juga dilakukan untuk menimbulkan kesadaran dari penyedia maupun pemilik keras tradisional ini.

“Dilakukan Himbauan untuk tidak menjual atau menyediakan minuman keras ini, namun pemilik membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi,” ungkapnya

Dilakukan Mediasi oleh Polsek Labuapi dilakukan bersama pemilik atau penjual tuak, Kades Kades Merembu dan kepala Dusun Tangkeban.

“Untuk mengantisipasi peredaran miras diwilayah hukum Polsek Labuapi, maka kami dari Polsek harus segera menindak tegas para pemasok dan penyedia minuman keras tradisional jenis tuak maupun jenis lain tanpa ijin dari pihak yang berwenang,” Terangnya.

Menurutnya, ini sudah banyak meresahkan masyarakat sekitar dan berpotensi terhadap gangguan kamtibmas.

Setelah dilakukan himbauan, pemilik atau penyedia minuman keras tradisional ini, dengan kesadaran membuat pernyataan secara tertulis untuk berjanji tidak akan menyediakan atau menjual tuak lagi.

“Pemilik atau penyedia menyatakan untuk menghentikan seluruh aktivitas penjualan minuman keras tradisional jenis tuak dirumah maupun dilingkungannya,” imbuhnya.

Selain itu, untuk kelanjutannya dalam mencari nafkah dengan melakukan usaha yang lain selain dari menjual minuman keras tradisional tradisional berupa tuak.

“Dikatakan pula, akan selalu berperan aktif dan bersama – sama dengan warga yang lain untuk selalu menjaga kondusifitas lingkungan dan kerukunan antar umat beragama di Dusun Tangkeban,” jelasnya

Setelah dibuat pernyataan untuk tidak menjual tuak lagi, dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras tradisional jenis tuak ini.

“Sebanyak empat  dirigen besar ukuran 30 liter dan 16 botol plastik besar dimusnahkan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.