Berita

Buruh Bangunan Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Renovasi Mushola di Dapur MBG Desa Matua

×

Buruh Bangunan Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Renovasi Mushola di Dapur MBG Desa Matua

Sebarkan artikel ini

Suasana sore yang semula berjalan normal di kawasan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Bintang Fauzan Perdana, Desa Matua, Kecamatan Woja, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Pada Rabu, 18 Februari 2026 sekitar pukul 17.05 WITA, seorang buruh bangunan bernama Haerudin M. Ali alias Nova (49) mengalami kecelakaan kerja serius setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat sedang merenovasi atap mushola di lokasi tersebut.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Selaparang Barat RT 04 RW 01, Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Berdasarkan kronologis, korban saat itu sedang memotong besi hollow menggunakan gergaji listrik. Setelah beberapa potongan selesai, korban kembali mengambil material logam lain untuk dipotong.
Namun nahas, material besi tersebut diduga menyenggol kabel listrik aktif.

Dalam sekejap, korban tersengat aliran listrik kuat hingga langsung terkapar di lokasi dan tidak sadarkan diri.

Melihat kejadian tersebut, para pekerja lain sontak panik. Sebagian langsung berusaha menolong korban, sementara pekerja lainnya bergegas memadamkan aliran listrik melalui meteran utama untuk mencegah kejadian lebih fatal.

Mendapat laporan kejadian, Kapolsek Woja IPTU Moh. Norkurniawan, S.H. segera memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Matua AIPTU Wawan Dermawan untuk cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas bersama para pekerja langsung melakukan evakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Dompu untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan perawatan intensif, korban dilaporkan telah sadar dan kondisinya mulai membaik.

AIPTU Wawan Dermawan menyampaikan bahwa kecelakaan kerja ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang bahaya listrik saat bekerja di area konstruksi.

“Kami mengimbau seluruh pekerja agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, terutama saat menggunakan alat listrik dan bekerja dekat instalasi kabel aktif. Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” tegas AIPTU Wawan.

Kapolsek Woja IPTU Moh. Norkurniawan, S.H. menegaskan pentingnya penerapan SOP keselamatan kerja yang ketat di setiap proyek pembangunan maupun renovasi.

“Kami berharap pihak pengelola maupun pekerja meningkatkan standar keselamatan kerja. Kecelakaan seperti ini bisa berujung fatal apabila tidak ditangani cepat. Alhamdulillah korban dapat segera diselamatkan,” ujar IPTU Kurniawan.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan perhatian serius atas insiden tersebut.

“Kapolres Dompu mengimbau agar seluruh pihak lebih waspada dalam aktivitas kerja, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik. Keselamatan pekerja adalah hal utama. Polri akan terus melakukan monitoring serta koordinasi dengan pihak terkait agar situasi tetap kondusif,” jelas IPTU Nyoman.

Himbauan Kepada Masyarakat
Polres Dompu mengingatkan masyarakat dan seluruh pekerja bangunan untuk:

-Memastikan instalasi listrik aman sebelum bekerja
-Menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar
-Menghindari penggunaan peralatan listrik di area rawan kabel aktif
-Segera melapor apabila terjadi kondisi darurat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *