Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, namun juga melalui aksi nyata di tingkat desa. Pada Minggu (4/1/2026), Personel Bhabinkamtibmas Desa Merembu, Lombok Barat, menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian dengan terjun langsung membantu warga di area perkebunan palawija. Langkah ini diambil sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola potensi lahan yang mereka miliki.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah ladang warga bukan sekadar kunjungan seremonial. Dengan mengenakan seragam dinas yang bersahaja, personel Bhabinkamtibmas ikut serta melakukan perawatan rutin tanaman bersama para petani setempat. Suasana kebersamaan yang hangat terlihat jelas saat mereka bahu-membahu mencangkul dan membersihkan gulma di sekitar tanaman palawija. Aksi ini bertujuan untuk memberikan suntikan semangat kepada para petani agar terus berinovasi dalam meningkatkan hasil bumi.
Transformasi Pertanian Menuju Sektor Hortikultura
Pemerintah melalui berbagai instansi memang tengah gencar mendorong diversifikasi pangan. Di Desa Merembu, Polri mengambil peran sebagai katalisator untuk mengubah pola pikir petani yang selama ini mungkin hanya terpaku pada sektor pertanian konvensional atau tanaman pangan pokok semata. Melalui pendampingan ini, warga didorong untuk mulai melirik sektor hortikultura dan perkebunan yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan masa panen yang lebih variatif.
Kapolsek Labuapi, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini telah melampaui tugas-tugas keamanan tradisional. Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan ekonomi dan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, kehadiran Polri di lahan-lahan pertanian menjadi sangat krusial untuk memastikan masyarakat tetap optimis mengelola lahan mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi petani. Kehadiran personel kami di Desa Merembu adalah untuk memotivasi warga agar tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas saja, tetapi juga mulai melirik potensi besar di sektor hortikultura dan perkebunan yang prospeknya sangat menjanjikan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Membangun Semangat Gotong Royong di Lombok Barat
Lebih lanjut, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan harus terus dipupuk. Dengan adanya pendampingan langsung dari kepolisian, diharapkan muncul rasa percaya diri di kalangan warga bahwa pemerintah, termasuk institusi Polri, memberikan perhatian penuh terhadap jerih payah mereka di lapangan. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat kompetitif yang positif antarwarga dalam memajukan sektor pertanian di wilayahnya.
“Melalui semangat gotong royong ini, kami berharap warga Merembu mampu menjadi pelopor ketahanan pangan di wilayah Lombok Barat. Diversifikasi hasil bumi melalui tanaman palawija dan hortikultura bukan hanya soal memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga soal meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kemandirian ekonomi dari hasil lahan sendiri,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa.
Ke depannya, program pendampingan seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan petani di Desa Merembu menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan daerah. Jika setiap desa mampu mengoptimalkan lahan tidurnya menjadi kebun produktif, maka ketahanan pangan nasional akan memiliki fondasi yang kuat yang dimulai dari akar rumput.
Respons masyarakat Desa Merembu terhadap kehadiran Polri di ladang mereka terpantau sangat positif. Para petani mengaku merasa lebih diperhatikan dan terbantu dengan adanya bantuan tenaga serta edukasi ringan yang diberikan oleh personel Bhabinkamtibmas. Pola komunikasi dua arah ini tidak hanya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih dinamis dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.












