Scroll untuk baca artikel
Nasional

Indonesia Gaspol Aksi Iklim, Reformasi Ekonomi Hijau Digenjot!

×

Indonesia Gaspol Aksi Iklim, Reformasi Ekonomi Hijau Digenjot!

Sebarkan artikel ini
Indonesia Gaspol Aksi Iklim, Reformasi Ekonomi Hijau Digenjot
Image by Kemenkeu

Wamenkeu Suahasil Nazara menjelaskan bahwa Indonesia memainkan peran penting dalam Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim (CFMCA). Bertujuan untuk memperkuat kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan praktik terbaik. Dalam mengintegrasikan aksi iklim ke dalam kebijakan makroekonomi dan fiskal.

“CFMCA dapat menjadi forum yang sangat baik untuk membangun kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan praktik terbaik. Tentang bagaimana memasukkan aksi iklim ke dalam kebijakan makroekonomi dan fiskal,” kata Wamenkeu.

Sebagai wujud komitmennya, Indonesia telah menghasilkan panduan “Memperkuat Peran Kementerian Keuangan dalam Mendorong Aksi Iklim” pada tahun 2023. Panduan ini memberikan kerangka kerja tentang bagaimana Kementerian Keuangan. Sehingga dapat memasukkan aksi iklim ke dalam strategi ekonomi, kebijakan fiskal, dan pengelolaan anggaran.

CFMCA di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah berhasil menghubungkan 92 negara anggota dengan 26 mitra institusional. Termasuk Bank Pembangunan Asia (ADB), Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Program Pembangunan PBB (UNDP). Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia yang kuat terhadap aksi iklim melalui sejumlah reformasi struktural.

Langkah Nyata Indonesia

Indonesia telah mengambil langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim, di antaranya:

  • Menerapkan reformasi struktural: Memperkuat sektor keuangan dan menerapkan aturan yang disiplin dan konsisten dalam kebijakan fiskal.
  • Mengalokasikan investasi: Mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang berkelanjutan dan teknologi hijau.
  • Memperkuat kebijakan: Mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
  • Menerapkan strategi transisi hijau: Memperkuat implementasi Kontribusi sektor ekonomi yang telah menentukannya secara nasional dalam Nationally Determined Contribution (NDC), mendorong investasi di energi terbarukan, dan meminta dukungan internasional untuk menutup celah pendanaan iklim.
  • Memperkuat kebijakan yang ada: Penandaan Anggaran Iklim (CBT), mekanisme pembiayaan hijau, pasar karbon, Dana Lingkungan Indonesia, dan skema kemitraan untuk menarik investasi hijau.
  • Memperkenalkan pajak karbon: Untuk pembangkit listrik tenaga batubara.
Baca Juga:  Babinsa dan Petugas Pemadam Kebakaran Cepat Tangani Kebakaran Hutan di PT. ASANO, Lombok Utara

Kerjasama Regional dan Internasional

Indonesia juga aktif dalam berbagai platform regional dan internasional. Seperti kerangka Pengembangan Rendah Karbon dan Kebijakan Keuangan Iklim ASEAN di bawah ADB.

Upaya bersama-sama negara-negara anggota CFMCA dan kerja sama dengan mitra institusional harapannya dapat membantu menghadapi tantangan perubahan iklim dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.