Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Momentum Ramadan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 Persen

×

Momentum Ramadan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 Persen

Sebarkan artikel ini
Momentum Ramadan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 Persen
FOTO/ Andri Saputra on indonesia.go.id

Masyarakat optimis dengan kondisi ekonomi di tengah momen Ramadan.

Jakarta, 27 Maret 2024 – Di tengah momen Ramadan, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Indonesia di enam bulan ke depan menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024. Mencapai 135,3, lebih tinggi jika membandingkannya dengan Januari 2024 (134,5).

Deputi Gubernur Bidang Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan, peningkatan IEK didorong oleh ekspektasi terhadap penghasilan (138,6) dan ketersediaan lapangan kerja (137,0). Indikator ini menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup dan mendapatkan pekerjaan.

Peningkatan IEK tertinggi terjadi di Kota Palembang (7,9 poin), Denpasar (6,3 poin), dan Bandung (5,3 poin). Di sisi lain, beberapa kota mengalami penurunan IEK, seperti Banjarmasin (9,9 poin), Bandar Lampung (6,3 poin), dan Surabaya (4,7 poin).

Baca Juga:  Pemerintah Mengalokasikan Dana Senilai Rp176,2 T untuk Pembiayaan Investasi 2024

Secara umum, ekspektasi konsumen terhadap kegiatan usaha juga berada dalam zona optimis (130,3). Hal ini menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap prospek bisnis di masa depan.

Optimisme Masyarakat Terhadap Kondisi Ekonomi

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menuturkan, IEK di atas 100 mengindikasikan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kegiatan konsumsi yang akan terus berlanjut. Menurutnya, momentum Ramadan di bulan Maret 2024 akan memperkuat konsumsi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) yang prediksinya akan meningkat selama Ramadan,” ujar Josua.

Namun, Josua mengingatkan bahwa inflasi pangan yang tinggi dapat menghambat konsumsi sekunder dan tersier masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera mengendalikan inflasi pangan agar momentum Ramadan dan Lebaran 2024 tidak terganggu.

Baca Juga:  Menkeu Sri Mulyani Ajak Jajaran Kemenkeu Jadikan Al-Quran Pedoman Kebaikan dan Keadilan

Secara keseluruhan, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan stabil, terlebih dengan momentum Ramadan, memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Hal ini sejalan dengan optimisme pemerintah yang oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sampaikan.

“Ekonomi Indonesia mencatatkan konsistensi tren pertumbuhan yang sangat baik, serta dukungan aktivitas permintaan domestik yang masih kuat, khususnya aktivitas konsumsi dan investasi,” ujar Sri Mulyani.

Diharapkan, indikator positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia di masa depan.