Scroll untuk baca artikel
Global

Terisolasi dari Internet, Ini Dia 10 Negara yang Masih Hidup di Zaman Batu

×

Terisolasi dari Internet, Ini Dia 10 Negara yang Masih Hidup di Zaman Batu

Sebarkan artikel ini
Negara yang terisolasi dari Internet
Ilustrasi. Image by jcomp on Freepik

Internet adalah salah satu teknologi yang telah mengubah dunia dalam berbagai aspek, mulai dari komunikasi, informasi, hiburan, pendidikan, bisnis, hingga politik. Internet telah membuka akses dan kesempatan bagi jutaan orang di seluruh dunia untuk berinteraksi, belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan umat manusia.

Namun, tidak semua negara dapat menikmati manfaat internet dengan sama. Ada beberapa negara yang masih terisolasi dari internet, baik karena faktor geografis, ekonomis, sosial, budaya, maupun politik. Negara-negara ini memiliki tingkat penetrasi internet yang sangat rendah, bahkan hampir nol. Alasannya bermacam-macam, mulai dari kurangnya infrastruktur, kemiskinan, konflik, sensor, hingga isolasionisme.

Berikut ini adalah 10 negara yang masih terisolasi dari internet, beserta alasannya:

Korea Utara

Negara komunis ini dikenal sebagai negara paling tertutup dan terisolasi di dunia. Pemerintahnya mengontrol segala bentuk informasi yang masuk dan keluar dari negara ini. Internet di Korea Utara hanya dapat diakses oleh sebagian kecil elit pemerintah dan militer, dengan konten yang sangat terbatas dan disensor. Warga biasa hanya dapat mengakses intranet nasional dengan sebutan Kwangmyong, yang hanya menampilkan situs-situs propaganda pemerintah.

Eritrea

Negara Afrika timur ini sebagai negara paling tertindas dan terisolasi di dunia. Pemerintahnya memerintah dengan otoriter dan represif, serta membatasi kebebasan pers dan ekspresi. Internet di Eritrea hanya sekitar 1% populasi yang bisa mengaksesnya, dengan kecepatan yang sangat lambat. Warga biasa harus menghadapi risiko penangkapan atau penganiayaan jika mencoba mengakses situs-situs yang dilarang pemerintah.

Baca Juga:  Perang Rusia dan Ukraina Tak Kunjung Usai, Apa Sih yang Mereka Ributkan

Turkmenistan

Negara Asia tengah ini juga dikenal sebagai negara paling otoriter dan terisolasi di dunia. Pemerintahnya memuja pemimpinnya sebagai pahlawan nasional dan pemimpin spiritual. Internet di Turkmenistan hanya dapat diakses oleh sekitar 2% populasi, dengan biaya yang sangat mahal dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menghadapi risiko pengawasan atau hukuman jika mencoba mengakses situs-situs yang kritis terhadap pemerintah.

Kuba

Negara Karibia ini dikenal sebagai negara komunis terakhir di belahan barat. Pemerintahnya masih menjalankan sistem sosialis yang kaku dan isolasionis. Internet di Kuba hanya dapat diakses oleh sekitar 5% populasi, dengan kualitas yang sangat buruk dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus mengandalkan jaringan ilegal atau hotspot publik yang langka dan mahal untuk mengakses internet.

Myanmar

Negara Asia tenggara ini dikenal sebagai negara yang baru-baru ini mengalami kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih. Pemerintah militer telah menindak keras terhadap demonstran pro-demokrasi dan media independen. Internet di Myanmar telah diblokir oleh pemerintah militer sejak Februari 2021, dengan hanya beberapa situs pemerintah yang masih dapat diakses. Warga biasa harus menggunakan VPN atau jaringan satelit untuk mengakses internet.

Baca Juga:  Pertemuan Dua Maestro: Pameran "Crossing Lines" Jalin Persahabatan Indonesia-Swiss

Sudan

Negara Afrika timur ini dikenal sebagai negara yang mengalami konflik internal dan krisis kemanusiaan. Pemerintahnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan genosida terhadap kelompok-kelompok minoritas etnis dan agama. Internet di Sudan hanya dapat diakses oleh sekitar 10% populasi, dengan infrastruktur yang sangat terbatas dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menghadapi risiko kekerasan atau penangkapan jika mencoba mengakses situs-situs yang sensitif atau oposisi.

Iran

Negara Timur Tengah ini dikenal sebagai negara yang berada di bawah sanksi internasional karena program nuklir dan pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintahnya adalah negara teokrasi yang mengikuti hukum syariah Islam. Internet di Iran hanya dapat diakses oleh sekitar 20% populasi, dengan kecepatan yang sangat lambat dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menggunakan VPN atau jaringan anonim untuk mengakses situs-situs yang dilarang pemerintah.

Ethiopia

Negara Afrika timur ini dikenal sebagai negara yang mengalami kemiskinan, kelaparan, dan konflik etnis. Pemerintahnya adalah negara otoriter yang menekan kebebasan sipil dan politik. Internet di Ethiopia hanya dapat diakses oleh sekitar 20% populasi, dengan infrastruktur yang sangat kurang dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menghadapi risiko pemadaman atau penangkapan jika mencoba mengakses situs-situs yang tidak disukai pemerintah.

Baca Juga:  Konflik Pulau Rempang, Kajari Batam: Kami Siap Jembatani Komunikasi Dua Arah

Uzbekistan

Negara Asia tengah ini dikenal sebagai negara yang memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari Uni Soviet. Pemerintahnya adalah negara otoriter yang mengendalikan semua aspek kehidupan masyarakat. Internet di Uzbekistan hanya dapat diakses oleh sekitar 25% populasi, dengan biaya yang sangat tinggi dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menghadapi risiko pengawasan atau hukuman jika mencoba mengakses situs-situs yang melanggar hukum atau norma sosial.

Laos

Negara Asia tenggara ini dikenal sebagai negara komunis satu partai yang miskin dan terbelakang. Pemerintahnya adalah negara otoriter yang menindas oposisi dan aktivis. Internet di Laos hanya dapat diakses oleh sekitar 30% populasi, dengan kualitas yang sangat rendah dan konten yang sangat disensor. Warga biasa harus menghadapi risiko intimidasi atau penangkapan jika mencoba mengakses situs-situs yang kritis terhadap pemerintah.