Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHukrimKriminal

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal, Ada Yang Tengah Kondisi Hamil

×

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal, Ada Yang Tengah Kondisi Hamil

Sebarkan artikel ini
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal

Jombang, Jawa Timur – Polda Jawa Timur ungkap kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia PMI Ilegal, pada Selasa (7/3/2023). Bertempat di Gedung Rupatama Mapolda Jatim Jatim, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menjelasakan pengungkapan ini.

“Kami akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku penyedia jasa pekerja migran gelap,” ungkap Kapolda Jatim.

Dari pengungkapan ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang berhasil mengamankan tiga orang tersangka. Selain itu juga mengamankan belasan PMI yang berada di Penampungan.

“Kami apresiasi atas kolaborasi yang terus dilakukan bersama dengan jajaran kepolisian. Khususnya saat ini dengan Polda Jawa Timur dan Polres Lumajang,” ucapnya.

Polisi Mengamankan Tiga Orang Tersangka

Dari hasil ungkap kasus ini, Polisi menetapkan tiga orang tersangka, di antaranya pasangan suami istri. Inisial HR (39 tahun) dan LJS (47 tahun) warga Dusun Tenggalek, Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, dan RS (50 tahun) warga Jakarta.

Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson Situmorang mengatakan pihaknya mendapatkan informasi adanya dugaan penampungan PMI ilegal di wilayahnya, Minggu (5/3/2023).

Selanjutnya melakukan penyelidikan. Pada saat itu pihaknya melakukan penggeledahan di salah satu rumah Dusun Trenggalek, Desa Sukorejo kecamatan Kunir kabupaten Lumajang.

“Di sana kami temukan 17 perempuan calon PMI Ilegal yang akan berangkat ke timur tengah, dan berasal dari NTB. Saat kami lakukan interogasi di lokasi, ternyata mereka sudah 10 hari berada di tempat tersebut,” terangnya.

Ada yang Sedang Kondisi Hamil

“Kami lakukan pendalaman dan kami temukan 3 orang yang tidak memiliki KTP. Dari 17 orang tersebut, satu orang sedang dalam kondisi hamil 3 bulan,” tambahnya.