Scroll untuk baca artikel
BeritaBinkamDaerahNasional

Kades Anyar dan Babinsa Koramil 1606-03/Bayan KLU Belajar Pengolahan Sampah Non Organik Ke Lotim

×

Kades Anyar dan Babinsa Koramil 1606-03/Bayan KLU Belajar Pengolahan Sampah Non Organik Ke Lotim

Sebarkan artikel ini

Lombok Utara, NTB – Guna mengatasi masalah sampah yang masih banyak menjadi kenadala di masyarakat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan bersama Kepala Desa (Kades) Anyar, Kecamataan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) melaksanakan kunjungan dan kordinasi tentang cara pengolahan sampah non-organik dengan pemilik pengolahan sampah di Dusun Lando, Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (6/2/2023).

Babinsa Anyar Serda L. Suparman yang turut dalam rombongan tersbut menceritakan maksud dan tujuan kunjungan ke pengolahan sampah yang ada di Lotim tersebut adalah guna mengetahui cara dan Teknik pengolahan sampah non-organik.

“dengan teknologi yang di miliki pengolahan sampah tersebut dapat mengatasi masalah lingkungan dan di manfaatkan sampah sebagai sumber energi. Melalui program ini, sampah non-organik akan di olah menjadi bahan bakar alternatif yang bersih dan ramah lingkungan. Pemerintah Desa Anyar berharap program ini dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi masalah sampah dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Serda L. Suparman.

Baca Juga:  Heboh Video Tukar Pasangan, Samsudin 'Mbah Din Saridin' Dijemput Paksa dan Diperiksa 12 Jam

Ir Rusni Kades anyar mengungkapkan, “Kegiatan tersebut di laksanakan untuk mengembangkan cara pengolahan sampah non-organik di Wilayah KLU, Khususnya Desa Anyar Kecamatan Bayan,” ungkapnya.

“Penanganan sampah non-organik harus di lakukan secara bertanggung jawab dan berkesinambungan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan. Hal tersebut bisa di lakukan dengan cara mengkonversi menjadi bahan bakar alternatif, Daur ulang Sampah non-organik seperti plastik, kertas, dan logam dapat di olah ulang menjadi bahan-bahan baru seperti tas, botol, dan peralatan lainnya,” Tutup Kades.