oleh

Pihak Kepolisian Resor Lombok Timur Dengan Sigap Tangani Dugaan Penganiayaan TKI Asal Lombok Timur, Simak Penjelasan Kombes Pol. Erick Hermawan, S.I.K, MH

perisainews.com – Adanya kasus dugaan penganiyaan yang dialami salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lotim menjadi atensi pihak kepolisian Polres Lotim dan Polda NTB. Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio,SIK.,MH, Rabu (14/7) langsung menggelar zoom meeting bersama instansi terkait pasca menerima laporan tersebut sekaligus Konferensi Pers.

Konferensi Pers melalui Zoom meeting terkait dugaan tindak pidana penganiayaan PMI tersebut dihadiri langsung, Atase Kepolisian RI untuk Arab Saudi  Kombes Pol. Erick Hermawan, S.I.K, MH, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K, MH, Perwakilan UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram, Asyip Supriyanto.

Selain Kapolres Lombok Timur Hadir secara langsung, Kasat Reskrim Polres Lotim Muhammad Fajri, S.Tr,K, Kadisnakertrans Lotim, Drs. H. Supardi. Pada kesempatan itu, Atase Kepolisian RI untuk Arab Saudi Kombes Pol. Erick Hermawan, menyampaikan bahwa PMI, Marwiyah pulang ke Indonesia tanpa koordinasi dengan KJRI Jeddah maupun KBRI Indonesia. Keberadaan PMI, Marwiyah diketahui setelah adanya laporan dari BP2MI di Jakarta dan KBRI, sehingga Marwiyah dimungkinkan dipulangkan langsung oleh majikannya.

“Berdasarkan informasi sementara, PMI Marwiyah diduga ada tindak pidana penganiayaan dari majikannya. Kita juga sudah buat tim di sini untuk melakukan proses penyelidikan,”terangnya kepada wartawan yang mewancarainya secara virtual.

Atas indikasi tersebut, Erick mengatakan bahwa Polres Lotim akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut mengingatkan korban berasal dari Kabupaten Lotim. Begitupun di Dubes RI menjadikan hal ini sebagai atensi dan akan berusaha maksimal agar hak dari PMI tersebut dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.

Penyampaian BP2MI Mataram, Asyip Supriyanto, menyebutkan korban menjadi PMI di Arab Saudi memasuki 10 tahun. Namun belum diketahui secara pasti PJTKI atau sponsor yang memberangkatkannya waktu itu. Terlebih PMI, Marwiyah tidak terdaftar dalam sistem BP2MI.

“Dokumen yang kami dapatkan hanya berupa copy visa dan paspornya saja. Kami akan berkoordinasi dengan Polres Lotim dan pihak terkait untuk melakukan penelusuran lebih lanjut,”ungkapnya.

Sementara, sampai saat ini PMI Marwiyah belum dapat memberikan keterangan yang pasti. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat kondisi korban saat ini masih lumpuh dan mengalami luka pada kepala dan badannya.

Asyip Supriyanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh salah satu anggota BP2MI Jakarta saat berada di Bandar Soekarno-Hatta 10 Juli lalu yang kemudian menginformasikannya ke BP2MI Mataram. Sedangkan korban saat itu tidak mengetahui arahnya pulang karena sudah lama putus kontak dengan anggota keluarganya.

“Kita masih telusuri juga PJTKI yang memberangkatkannya itu. Karena idealnya masa kontrak PMI itu hanya 2 tahun,”jelasnya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K, MH, menegaskan Polda NTB dan Polres Lotim sangat atensi terhadap permasalahan PMI tersebut.  Penyidikan dan penyelidikan akan dilakukan oleh Polres lotim termasuk akan mengungkap kemungkinan PMI tersebut menjadi korban perdagangan orang

“Silakan Polres Lotim bekerjasaama dengan pihak terkait dan akan memberikan informasi secara berjenjang dan bertahap,”ungkapnya.

Kadisnakertrans Lotim, H. Supardi, yang turut hadir mengatakan bahwa Disnakertrans mengetahui keberadaan PMI Marwiyah setelah mendapatkan info dari BP2MI Mataram. PMI tersebut tidak terdaftar dalam sistem yang ada di Disnakertrans Lotim. “Dalam kasus ini, kita dari Disnakertrans memfasilitasi untuk membuatkan surat kuasa agar hak-haknya dapat terpenuhi,”jelasnya.

Adapun, Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, SIK, MH, mengatakan setelah Polres Lotim mendapatkan informasi tentang hal tersebut, selanjutnya turun dan menemukan informasi tentang keluarga korban. Pihak keluarga melihat adanya indikasi tindak pidana penganiayaan sehingga melaporkan ke Polres Lotim.

“Polres Lotim akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan akan mengungkap kemungkinan PMI Marwiyah menjadi korban perdagangan orang. Polres Lotim sangat atensi dan respon permasalahan tersebut ,”jelasnya.

Kapolres, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya iming-iming dan janji-janji sponsor serta lebih selektif memilih sponsor saat ingin berangkat ke luar negeri menjadi PMI.

Sementara Itu Kapolres Lotim Melalui Kasi Humas Iptu Lalu Jaharudin mengatakan, bagi seluruh Masyarakat Kabupaten Lombok Timur Agar jangan terpancing dengan isu – isu yang tidak jelas, biarkan pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan kepada pihak Korba, jika nantinya ada kejelasan, pihak Kepolisian akan melakukan konferensi pers kembali untuk diinformasikan ke Masyarakat, Semoga saja kasus ini segera selesai sesuai.pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed