oleh

Gabungan TNI – Polri Dan Instansi Terkait Lakukan Penyekatan Di Desa Sukaraja Guna Menanggulangi Penularan Covid – 19

perisainews.com – Kegiatan Penyekatan di pintu masuk wilayah Lotim yakni di jalur utama perbatasan desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur sudah mulai di laksanakan personil gabungan TNI Polri dan instansi terkait di kab lotim sejak pukul 15.00 wita. Selasa (13/7/21)

Kegiatan penyekatan ini merupakan giat imbangan PPKM Darurat yang berlaku di kota Mataram untuk mencegah lonjakan penyebaran covid19 dengan membatasi mobilitas masyarakat sehingga mencegah transisi penyebaran covid antar kabupaten di NTB.

Dalam penyekatan di desa Sukaraja tersebut dipimpin oleh Kabagops Polres Lotim Kompol Eko Mulyadi,S.H didampingi oleh Kasat Samapta AKP Rianto Sip, Kasubang Dalops Iptu Dewa Astawe, Kapolsek jerowaru Ipda Abdul Rasyid,S.H, Danposramil Jerowaru Serma M.Taufiq dan sejumlah personil gabungan yang terdiri dari 6 orang anggota Sat Shabara Res Lotim,4 orang anggota Polsek Keruak, 4 orang anggota Polsek Sakbar, 11 orang anggota Polsek Jerowaru, 5 orang anggota Koramil Keruak-Jerowaru , 4 orang Sat Pol PP Kec Jerowaru, 2 orang petugas TGC PKM Sukaraja.

Kabagops menekankan kepada personil yang bertugas di penyekatan untuk lebih memperhatikan pengendara mana saja yang di harus utamakan agar penyekatan ini dapat berjalan lebih efektif.

“Adapun tekhnik penyekatan ini antinya akan dilakukan secara bergilir antara kendaraan Roda 4 dan kendaraan Roda 2 sehingga lebih teratur dan tidak menimbulkan kemacetan” tutur Kabagops.

Dirinya juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan penyekatan ini hendaknya personil yang bertugas mengutamakan sikap humanis kepada pengendara namun tetap tegas dalam menjalankan tugas penyekatan.

“pelayanan kepada masyarakat tetap harus di perhatikan, tegas namun tetap humanis” lanjutnya.

Sedangkan untuk tekhnik pemberhentian kendaraan bahwa personil dari Sat Sabhara Res Lotim yang akan melakukan pemberhentian kendaraan untuk selanjutnya di arahkan ke dalam untuk dilakukan pemeriksaan oleh personil lainnya.

Masyarakat yang hendak masuk dan keluar wilayah Lombok Timur minimal harus bisa menunjukan kartu tanda sudah di vaksin untuk dapat melintas keluar dan masuk ke wilayah Lotim.

“apabila terdapat masyarakat yang tidak bisa menunjukan bukti sertifikat pernah di vaksin maka di arahkan untuk dilakukan swab antigen oleh petugas kesehatan yang ada di pos penyekatan” jelas Kabagops.

Sedangkan untuk pengendara yang hendak keluar masuk wilayah Lotim tidak penerapkan prokes (tidak menggunakan masker) maka secara otomatis pengendara akan di arahkan untuk memutar balik kendaraannya.

Adapun setelah dilakukan pemeriksaan kendaraan dan pengendara di pos penyekatan Jenggik, terdapat 20 orang yang di lakukan swab antigen dengan rincian 4 orang warga Kab Lotim dan 16 orang warga Kab Loteng yang keseluruhan hasilnya adalah negative.

Untuk kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Lotim dan diarahkan memutar balik karena tidak menerapkan prokes berjumlah 53 unit yang terdiri dari 23 unit kendaraan Roda 4 dan 30 unit kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan yang hendak keluar wilayah Lotim dan diarahkan putar balik sebanyak 36 unit yang terdiri dari 19 unit kendaraan Roda 11 dan 25 unit kendaraan roda dua.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed