oleh

Para  Tuan Guru Bersama Polres Lotim Turut Amankan Aksi Unras Dari Aliansi Peduli Hak Buruh

perisainews.com – Aksi unras yang dilakukan oleh Aliansi Peduli Hak Buruh (APHB) dalam rangka Hari Buruh (Mayday) dan Hardiknas diamankan Personel Polres Lombok Timur Denagn Humanis dibantu pulah oleh para Tuan Guru yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Senin (3/5/21).

Kapolres Lombok Timur melalui Kasubbag Humas mengatakan “ pengamanan Hari Buruh Internasional ini dilakukan dengan Humanis oleh Kepolisian Resor Lombok Timur dan dibantu oleh kehadiran para Tuan Guru” terangnya.

Lebih lanjut Kasubbag Humas mengatakan aksi Unras yang dilaksanakan di Kantor Bupati ini berjalan lancar dan Kondusif dibawah pimpinan Waka Polres Lombok Timur Kompol Kiki Firmansyah S.I.K, M.H, pelaksanaan Unras juga berjalan sesuai dengan penerapan Protokol Kesehatan Covid – 19.

Adapun Tema unras yang dilakukan oleh Aliansi Peduli Hak Buruh  yaitu “wujudkan kesejahteraan buruh, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis”.

Dalam aksi unras tersebut Bertindak selaku kordum Yustisia Mukmin, Korlap I Rohman Rofiki dan Korlap II M Khairul Fatoni dengan jumlah massa aksi 15 orang yang merupakan LSM, Pemuda dan Mahasiswa.

Dalam orasinya Masa Aksi menyampaikan beberapa hal diantaranya ; Pemerintah harus memperhatikan hak-hak buruh dan juga pendidikan di Kabupaten Lombok Timur, Aliansi Peduli Hak Buruh melakukan aksi sebagai bentuk perjuangan dan bukti yang disaksikan oleh rakyat untuk memperjuangkan hak-hak mereka, Kami turun ke jalan karena Pemda Lotim tidak memperhatikan hak buruh, TKI adalah pahlawan indonesia dan penyumbang pendapatan kedua terbesar tetapi tidak pernah diberikan hak-haknya oleh pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Kepala dinas perdagangan telah melecehkan perjuangan TKI dan tidak etis dilakukan oleh oknum pejabat,Konpensasi TKI tidak pernah dipenuhi baik itu penempatan, perlindungan dan pemberdayaan dll karena Pemda tidak becus, Selain menuntut masalah Buruh, para Aksi Unras juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam dunia Pendidikan, Pendidikan merupakan tanggung jawab negara dan IPM diindikasikan oleh 3 hal yaitu pendidikan, ekonomi dan keamanan diakhir orasinya pengunjuk ras menyampaikan desakan untuk Merevisi Peraturan Daerah No 12tahun 2006 tentang penempatan, perlindungan dan pembinaan TKI asal Lombok Timur karena tidak sesuai dengan amanat UU no 18 tahun 2017 tentang perlindungan PMI.

Menyikapi Aksi Unjuk Rasa Yang  tersebut Salah satu tokoh Agama TGH. Muhsin Q.H, S.Ag menyampaikan himbauan Kamtibmas yang intinya Agar aksi yang dilakukan olaeh Aliansi Peduli Hak Buruh disampaikan dengan cara sopan dan sesuai degan aturan yang ada.

Sebelum berakhirnya Aksi Unras tersebut, Waka Polres Lombok Timur Kompol Kiki Firmansyah S.I.K, M.H mengucapkan terimakasih atas kerjasama para Pengunjuk rasa yang telah menyampaikan orasinya dengan santun dan sesuai dengan aturan yang ada “ Kami ucapkan terimakasih banyak kepada para pengunjuk rasa yang telah melakukan aksinya dengan baik sesuai aturany ang ada, terimakasih pula kami ucapkan karena telah melakukan Aksinya sesuai denga Penerapan Protokol Kesehatan Covid – 19. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadikan Kabupaten Lombok Timur ini menjadi Kabupaten yang tetap sejahtera dan kondusif.pungkasnya.

Seentara itu Kapolres Lombok Timur melalui Kasubbag Humas Iptu Lalu Jaharuidin mengatakan, kami ucapkan terimakasih banyak kepada para Mahasiswa ataupun LSM yang tergabuing dalam Aliansi Peduli Hak Buruh yang elah menyampaikan Aksinya sesuai dengan aturan yang ada, kami juga ucapkan terimakasih banyak kepada Para Tuan Guru yang telah turut serta melakukan pengamanan Unras, hal ini sangat kami Apresiasi. Semoga Kabupaten Lombok Timur Ini Tetap Kondusif. Pungkasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed